Wanita, satu bagian dari
pemeran kehidupan ini seakan tersingkir dari peranan. Mereka digambarkan
sebagai ‘teman belakang’ yang tak lebih dari sekedar ‘anak bawang’.
Sejatinya, mereka memiliki peranan yang penting dan vital meskipun hanya
berkutat di belakang dinding rumah.
Seorang wanita memiliki peran dan tugas yang khusus dilakukannya.
Tidak akan cocok dan sempurna tugas ini jika dilakukan oleh seorang
laki-laki. Maka, sebenarnya wanita memiliki tugas yang mulia sebagaimana
laki-laki meskipun terkesan tidak nampak dari luar rumah. Wanita yang
melakukan tugas-tugas inilah wanita yang sempurna. Sedangkan wanita yang
menyia-nyiakan tugas ini adalah wanita yang menyia-nyiakan aman
ah.
ah.
Wanita sejatinya memiliki peranan penting dalam perbaikan masyarakat.
Hal ini disebabkan dua hal: karena wanita memiliki jumlah yang sama
dengan laki-laki (bahkan cenderung lebih banyak) dan wanita adalah orang
pertama yang mengasuh anak yang mana hal ini berarti, wanita yang
memberi warna dasar pada kehidupan anak.
Ibu, Sang Pembangun Generasi
Ibu, dialah yang melahirkan sang penerus generasi. Di dalam rahimnya
lah tersimpan benih-benih penyambung umat. Dialah yang kita rasakan
dekapan hangat timangannya sejak kita dilahirkan. Dialah yang berbagi
makanan dengan kita dalam tiap tetes ASI yang menjadi daging bagi kita.
Ibu adalah tempat curahan hati dan mencari solusi bagi permasalah
kita waktu kita kecil dahulu. Saat kita gundah gulana, ibulah yang
menghibur. Saat kita sendiri, ibu yang menemani. Saat kita sakit, ibu
yang pertama kali merasa khawatir.
Karena ibu adalah orang yang paling dekat dengan anak, ibu adalah
orang yang paling berpotensi untuk menanamkan akidah dan ajaran yang
benar pada anak. Ibu memiliki tanggung jawab untuk mendidik anaknya
sesuai syariat. Dia harus mengenalkan dan mendidik anaknya dengan Islam.
Demikian pula, seorang ibu hendaknya memperbanyak generasi Islam. Hal
ini dengan melahirkan banyak anak. Rasulullah ` telah menegaskan bahwa
banyaknya anak adalah sesuatu yang disunahkan dalam sabda beliau yang
artinya, “Menikahlah dengan perempuan yang penyayang dan banyak
memiliki anak karena aku membanggakan dengan banyaknya kalian pada hari
kiamat.” [H.R. Abu Dawud dan An-Nasa`i, Syaikh Al-Albani v mengatakan, “hasan shahih”].
Inilah tugas mulia seorang ibu. Tugas penting yang tak bisa dipandang
sebelah mata. Jika tugas mulia ini tidak ada yang mengembannya, maka
kita tinggal menunggu waktu hancurnya umat. Jika tugas ini diserahkan
kepada lelaki yang tidak diciptakan dengan kodrat untuk melakukannya,
maka kemungkinan generasi kita akan menjadi generasi yang tidak
sempurna. Jika tugas ini diemban oleh wanita yang rusak, tinggal kita
tunggu rusaknya generasi yang akan datang.
Istri, Sang Penolong Suami.
Istri, dialah labuhan hati seorang suami. Dia yang memberikan
ketenangan saat suami merasa gundah dan gelisah. Dia yang menenteramkan
saat suami dilanda kemelut permasalahan dunia. Dialah yang dimaksud
dalam firman Allah, “Dan di antara ayat-ayat-Nya adalah Dia ciptakan dari diri kalian pasangan-pasangan agar kalian tenteram kepada istri kalian…” [Q.S. Ar-Rum:21].
Perlu kita ketahui, tugas ini bukanlah tugas sepele yang patut
diabaikan. Tugas ini bukanlah tugas minor yang tidak memiliki pengaruh
dalam masyarakat. Dengan dukungan penuh seorang istri, suami akan
melaksanakan tugas-tugas luar rumah tangga dengan baik. Dia akan merasa
segar kembali setelah pulang ke rumah. Sehingga, esoknya dia berangkat
dari rumah dengan pikiran tenang dan nyaman.
Berbeda halnya dengan istri yang membuat sesak dan sempitnya jiwa.
Dia akan menambah kegundahan setelah suami bergelut mencari nafkah
dunia. Rumah bukan lagi merupakan tempat yang nyaman untuk
mengistirahatkan badan. Justru, rumah seakan tempat azab di muka bumi.
Seorang istri bertugas menjaga kondisi rumah yang kondusif bagi
suami. Dia wajib menjaga harta, anak, dan rumah suami. Dia juga wajib
untuk menjaga dirinya dari mengkhianati suami tatkala ditinggalkan di
rumah. Inilah istri, sang asisten tanpa pamrih, sang pemain di balik
layar.
Allahu a’lam bish shawab. (abdurrahman).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar