Apakah keutamaan doa Arafah hanya khusus bagi orang yang menunaikan ibadah haji?
Jawaban
Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللهُ
فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ، مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو،
ثُمَّ يُبَاهِي بِهِمِ الْمَلَائِكَةَ، فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلَاءِ؟
“Tiada satu hari pun yang pada hari itu Allah membebaskan hamba
dari neraka melebihi hari ‘Arafah. Sesungguhnya Allah mendekat kemudian
membanggakan mereka kepada malaikat-Nya, seraya berfirman, ‘Apa mereka
yang ingikan?’.” [Diriwayatkan oleh Muslim dari Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ]
Juga Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,
خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ
مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ
وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى
كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
“Sebaik-baik doa adalah doa hari ‘Arafah, serta sebaik-baik
(ucapan) yang Saya dan para nabi sebelumku ucapkan adalah, ‘Tiada yang
berhak diibadahi, kecuali Allah semata, tiada serikat bagi-Nya.
Untuk-Nyalah segala kekuasaan dan pujian, serta Dia Maha Mampu atas
segala sesuatu.’.” [Diriwayatkan oleh At-Tirmidzy dan selainnya dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Âsh radhiyallâhu ‘anhumâ. Kuat dengan beberapa pendukungnya. Bacalah Ash-Shahîhah no. 1503 karya Al-Albâny]
Dua hadits di atas menunjukkan bahwa, pada hari Arafah itu sendiri,
terdapat keutamaan dalam berdoa kepada Allah bagi seluruh kaum muslimin,
baik yang sedang melaksanakan haji maupun selainnya. Hanya, orang yang
menunaikan ibadah haji dan sedang berada di ‘Arafah tentunya lebih utama
daripada selainnya.
Guru kami, Syaikh Shalih Al-Fauzân, ditanya, “Wahai Syaikh Shalih,
apakah pengabulan doa dan keutamaan doa pada hari ‘Arafah khusus bagi
para jamaah haji ataukah hal tersebut mencakup selain mereka?”
Beliau menjawab, “Doa pada hari ‘Arafah adalah umum untuk para jamaah
haji dan selain mereka. Akan tetapi, para jamaah haji lebih terkhusus
karena mereka berada di tempat yang utama serta sedang melaksanakan
ihram dan berwuquf di ‘Arafah. Oleh karena itu, doa untuk mereka adalah
lebih muakkad dan keutamaan untuk mereka lebih banyak daripada selain
orang-orang yang berhaji. Adapun manusia lain yang tidak berhaji,
disyariatkan untuk mereka berdoa serta bersungguh-sungguh dalam berdoa
pada hari ini agar mereka berserikat dengan saudara-saudara mereka, para
jamaah haji, dalam keutamaan tersebut. Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Sebaik-baik
doa adalah doa hari ‘Arafah, serta sebaik-baik (ucapan) yang Saya dan
para nabi sebelumku ucapkan adalah, ‘Tiada yang berhak diibadahi,
kecuali Allah semata, tiada serikat bagi-Nya. Untuk-Nyalah segala
kekuasaan dan pujian, serta Dia Maha Mampu atas segala sesuatu.’.”
Oleh karena itu, doa disyariatkan pada hari ‘Arafah untuk orang yang
berhaji dan selainnya. Akan tetapi, bagi orang yang berhaji, lebih
muakkad dan lebih utama karena dia sedang melaksanakan berbagai manasik
dan karena dia berada di tempat yang agung nan utama. Adapun tentang
zaman dan keutamaan zaman, jama’ah haji dan selain jamaah haji
berserikat di dalamnya, sedangkan tempat adalah khusus untuk jamaah
haji, yaitu wuquf di ‘Arafah.” [transkrip dari sebuah rekaman di situs
beliau: http://alfawzan.af.org.sa/node/8980]
Dalam Al-Mughny, Ibnu Qudâmah menyebutkan riwayat dari Imam
Ahmad bahwa Imam ahmad tidak mengingkari orang-orang yang berkumpul di
masjid pada hari ‘Arafah untuk berdoa karena hal tersebut telah
diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbâs dan ‘Amr bin Huraits radhiyallâhu ‘anhum. Akan tetapi, Imam Ahmad sendiri tidak melakukan hal tersebut.
Tentunya, sikap Imam Ahmad adalah lebih tepat karena tidak ada hadits dari Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam tentang
berkumpul di masjid pada hari ‘Arafah itu. Namun, secara umum, bisa
dipahami bahwa keumuman doa ‘Arafah untuk seluruh kaum muslimin, baik
yang sedang berhaji maupun tidak, adalah hal yang dikenal di kalangan
Salaf. Wallahu A’lam.
Disadur dari website dzulqarnain.net
Tidak ada komentar:
Posting Komentar