Jumat, 07 April 2017

Awar-awar (Ficus septica) "Ensiklopedia AntiKanker"



Awar-awar (Ficus septica)

Nama tanaman

Nama daerah : Kiciyat (Sunda),  Awar-awar (Jawa Tengah, Belitung), Barabar (Madura),  Sirih popar (Ambon), Bei, Loloyan (Minahasa); Tobotobo (Makasar); Dausalo (Bugis); Bobulutu (Halmahera Utara); Tagalolo (Ternate) (Hutapea, 1991).

Nama asing : Papua Nugini : Omia (Kurereda), Manibwohebwahe (Wagawaga, Milne Bay), Bahuerueru (Vanapa); Filipina: Hauili (Filipino), Kauili (Tagalog), Sio (Bikol).

Nama simplisia adalah Fici septicae folium (daun awar-awar).

Pohon atau semak tinggi, tegak 1-5 meter.

Batang pokok bengkok-bengkok, lunak, ranting bulat silindris, berongga, gundul, bergetah bening.

Daun penumpu tunggal, besar, sangat runcing, daun tunggal, bertangkai, duduk daun berseling atau berhadapan, bertangkai 2,53 cm. Helaian berbentuk bulat telur atau elips, dengan pangkal membulat, ujung menyempit cukup tumpul, tepi rata, 9-30 x 9-16 cm, dari atas hijau tua mengkilat, dengan banyak bintik-bintik yang pucat, dari bawah hijau muda, sisi kiri kanan tulang daun tengah dengan 6-12 tulang daun samping; kedua belah sisi tulang daun menyolok karena warnanya yang pucat.

Bunga majemuk susunan periuk berpasangan, bertangkai pendek, pada pangkalnya dengan 3 daun pelindung, hijau muda atau hijau abu-abu, diameter lebih kurang 1,5 cm, pada beberapa tanaman ada bunga jantan dan bunga gal, pada yang lain bunga betina.

Buah tipe periuk, berdaging , hijau-hijau abu-abu, diameter 1,5-2 cm.

Waktu berbunga Januari-Desember.

Tumbuhan ini banyak ditemukan di Jawa dan Madura; tumbuh pada daerah dengan ketinggian 1200 m di atas permukaan laut, banyak ditemukan di tepi jalan, semak belukar dan hutan terbuka.

- Manfaatnya antara lain: -

Daun digunakan untuk obat penyakit kulit, radang usus buntu, mengatasi bisul, gigitan ular berbisa dan sesak napas.

Akar digunakan untuk penawar racun ikan dan penanggulangan asma. Perasan air dari tumbukan akar awar awar dan adas pulowaras dapat digunakan untuk mengobati keracunan ikan, gadung (Dioscorea hispida dennst) dan kepiting.
Jika ditumbuk dengan segenggam akar alang-alang dan airnya diperas merupakan obat penyebab muntah yang sangat manjur. Untuk obat bisul dipakai ± 5 gram daun segar Ficus septica, ditumbuk sampai lumat, kemudian ditempelkan pada bisul.

Getah dimanfaatkan untuk mengatasi bengkak-bengkak dan kepala pusing.

Buah untuk pencahar.

- Penelitian Antikanker -

Alkaloid fenantroindolisidin dalam daun dan batang Ficus septica memiliki efek sitotoksik terhadap sel kanker nasofaring dan lambung serta efek anti inflamasi.

Ekstrak etanolik daun Ficus septica memberikan efek sitotoksik terhadap sel kanker payudara.

Isoflavonoid genistin memiliki aktivitas sitotoksik melalui pemacuan apoptosis pada sel kanker ovarium.

Kumarin umbelliprenin dan senyawa fenolik resveratrol diketahui memiliki aktivitas stotoksik merangsang apoptosis pada sel leukemia.

والله أعلم بالصواب

CCRC Farmasi UGM.

Ringkasan dr. Um Muhammad.

Majmu'ah BIKUM

posted from Bloggeroid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar