NILAI SEBUAH SUMPAH DENGAN NAMA ALLAH
Dari Abu Hurairah radhiyallohu anhu berkata:
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
رأى عيسى ابن مريم رجلاً يسرق ، فقال له: أسرقت ؟
قال : كلا ، والله الذي لا إله إلا هو
فقال عيسى : آمنت بالله وكذّبتُ عيني
"Nabi Isa 'Alaihis Salaam melihat seorang lelaki mencuri, lalu Beliau berkata kepadanya; apakah engkau mencuri!? Ia menjawab; Tidak, Demi yang tidak ada sesembahan selain Dia. Maka Nabi Isa 'Alaihis Salaam berkata: Aku beriman (percaya) kepada Allah dan Aku dustakan pandanganku. "
HR. Al Bukhari.
Makna Aku beriman kepada Allah adalah Aku membenarkan seorang yang bersumpah atas nama Allah.
Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah:
أن المسيح عليه السلام لعظمة وقار الله في قلبه وجلاله ظَنَّ أن هذا الحالف بوحدانية الله تعالى صادق ، فحمله إيمانه بالله على تصديقه ، وجوَّز أن يكون بصره قد كذّبه ، وأراه ما لم يُرَ ، فقال:
*آمنت بالله وكذبت بصري*
ولا ريب أن البصر يعرض له الغلط ، ورؤية بعض الأشياء بخلاف ما هي عليه ، ويخيِّل ما لا وجود له في الخارج ، فإذا حكم عليه العقل تبين غلطه ، والمسيح صلوات الله عليه وسلامه حكَّم إيمانه على بصره ، فكذَّب بصره ، ونسب الغلط إليه
" Sesungguhnya Al Masih 'Alaihis Salaam karena agungnya ketundukan hatinya kepada Allah serta pengagungannya menyangka bahwa seorang yang bersumpah dengan ke esaan Allah itu telah jujur, maka keimanannya kepada Allah membawa ia kepada pembenarannya, dan mengarahkan keyakinan bahwa pandangannyalah yang telah dusta, yaitu terlihat sesuatu yang tidak nampak, dan mengatakan; Aku beriman kepada Allah dan Aku dustakan pandanganku, dan tidak diragukan lagi bahwa kadang pandangan itu terlihatkan sesuatu yang salah, melihat sesuatu yang bukan seperti kenyataannya, terkhayalkan sesuatu yang asalnya tidak ada, sehingga jika dihukumi dengan akal maka jelaslah kesalahannya, maka Al Masih menghukumi pandangannya dengan keimanannya, ia mendustakan pandangannya dan menyandarkan kesalahan padanya."
Bada'iul Fawa'id (3/1160).
Ustadz Fauzan Abu Muhammad Al-Kutawy Hafidzahullâh
🍁🍁🍁🍁🍁☘☘☘🍁🍁🍁🍁🍁
http://t.me/akhwatahlussunnah
Dari Abu Hurairah radhiyallohu anhu berkata:
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
رأى عيسى ابن مريم رجلاً يسرق ، فقال له: أسرقت ؟
قال : كلا ، والله الذي لا إله إلا هو
فقال عيسى : آمنت بالله وكذّبتُ عيني
"Nabi Isa 'Alaihis Salaam melihat seorang lelaki mencuri, lalu Beliau berkata kepadanya; apakah engkau mencuri!? Ia menjawab; Tidak, Demi yang tidak ada sesembahan selain Dia. Maka Nabi Isa 'Alaihis Salaam berkata: Aku beriman (percaya) kepada Allah dan Aku dustakan pandanganku. "
HR. Al Bukhari.
Makna Aku beriman kepada Allah adalah Aku membenarkan seorang yang bersumpah atas nama Allah.
Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah:
أن المسيح عليه السلام لعظمة وقار الله في قلبه وجلاله ظَنَّ أن هذا الحالف بوحدانية الله تعالى صادق ، فحمله إيمانه بالله على تصديقه ، وجوَّز أن يكون بصره قد كذّبه ، وأراه ما لم يُرَ ، فقال:
*آمنت بالله وكذبت بصري*
ولا ريب أن البصر يعرض له الغلط ، ورؤية بعض الأشياء بخلاف ما هي عليه ، ويخيِّل ما لا وجود له في الخارج ، فإذا حكم عليه العقل تبين غلطه ، والمسيح صلوات الله عليه وسلامه حكَّم إيمانه على بصره ، فكذَّب بصره ، ونسب الغلط إليه
" Sesungguhnya Al Masih 'Alaihis Salaam karena agungnya ketundukan hatinya kepada Allah serta pengagungannya menyangka bahwa seorang yang bersumpah dengan ke esaan Allah itu telah jujur, maka keimanannya kepada Allah membawa ia kepada pembenarannya, dan mengarahkan keyakinan bahwa pandangannyalah yang telah dusta, yaitu terlihat sesuatu yang tidak nampak, dan mengatakan; Aku beriman kepada Allah dan Aku dustakan pandanganku, dan tidak diragukan lagi bahwa kadang pandangan itu terlihatkan sesuatu yang salah, melihat sesuatu yang bukan seperti kenyataannya, terkhayalkan sesuatu yang asalnya tidak ada, sehingga jika dihukumi dengan akal maka jelaslah kesalahannya, maka Al Masih menghukumi pandangannya dengan keimanannya, ia mendustakan pandangannya dan menyandarkan kesalahan padanya."
Bada'iul Fawa'id (3/1160).
Ustadz Fauzan Abu Muhammad Al-Kutawy Hafidzahullâh
🍁🍁🍁🍁🍁☘☘☘🍁🍁🍁🍁🍁
http://t.me/akhwatahlussunnah
posted from Bloggeroid
Tidak ada komentar:
Posting Komentar