Petaka Petasan di Malam Hari Raya
oleh :
Ust. Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc.
Di bulan Romadhon lalu, banyak hal-hal yang menyenangkan dan menyejukkan
pandangan mata kita berupa adanya semangat tinggi dari kaum muslimin untuk
memperbanyak amal sholih dan ibadah.
Namun di sisi lain, kita juga menyaksikan beberapa
pemandangan yang menyedihkan lagi menjengkelkan. Sebagai contoh, maraknya
penggunaan mercon alias petasan!!
Mercon membuat kita sedih, karena di dalamnya banyak
pelanggaran syar'iy.
Selain itu, ia menjengkelkan, karena mengganggu aktifitas
orang-orang yang bekerja dan beribadah.
Lebih menjengkelkan lagi, banyak orang tua dan pengurus anak
yang bermasa bodoh sehingga memberikan kebebasan bagi mereka untuk membeli
mercon.
Para pembaca yang budiman, kembang api dan mercon
banyak mendapat sorotan dari para pengamat, apalagi para ulama yang memiliki
kapasitas ilmu yang mumpuni.
Sorotan itu muncul dari akibat yang ditimbulkan oleh mercon
itu sendiri berupa adanya pelanggaran syar'iy dan hak asasi manusia. Beberapa
pelanggaran itu, dapat kami paparkan kepada anda dalam beberapa poin berikut
ini:
1. Menyia-nyiakan dan
menghamburkan Harta
Salah satu diantara pelanggaran yang terdapat dalam mercon
alias petasan, ia mendorong generasi kita untuk bergaya hidup boros,
menyia-nyiakan dan menghamburkan harta dalam perkara yang tak bermanfaat bagi
dunia maupun akhiratnya.
Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
إِنَّ اللهَ كَرِهَ لَكُمْ ثَلَاثًا قِيلَ
وَقَالَ وَإِضَاعَةَ الْمَالِ (الْأمْوَالِ) وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ
"Sesungguhnya Allah membenci bagi kalian tiga hal :
desas-desus, menyia-nyiakan harta, dan banyak bertanya". [HR.
Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (1477) dan Muslim dalam Shohih-nya (593)]
Bayangkan saja, bila di dalam sehari anak kita menghabiskan
uang seribu, lima ribu, dua puluh ribu, atau bahkan mungkin ratusan
ribu demi membeli petasan!!
Bukankah ini pemborosan dan menyia-nyiakan harta!!!
Jawabnya, jelas pemborosan yang dilarang oleh syariat!!!! Nah, inilah yang
dicintai oleh setan pada manusia.
Allah -Azza wa Jalla- berfirman,
إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ
الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا [الإسراء : 27]
"Sesungguhnya pemboros-pemboros (mubadzdzir) itu adalah
saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada
Tuhannya". (QS. Al-Israa' : 27)
Ayat ini berbicara tentang larangan berlebihan dan boros
dalam mengeluarkan dan menginfakkan harta kepada manusia.
Jika menginfakkan harta saja secara berlebihan di jalan
kebaikan dilarang, maka tentunya menginfakkan di jalan yang tiada guna (seperti,
membeli mercon) lebih utama untuk dilarang.
Sebagian ahli tafsir menjelaskan bahwa makna pemborosan
dalam ayat ini adalah membelanjakan harta dalam perkara yang sia-sia, bukan
dalam rangka ketaatan kepada Allah.
Seorang Ahli Tafsir bernama Az-Zajjaj -rahimahullah-
berkata,
التبذير : النفقة في غير طاعة الله ، وكانت
الجاهلية تنحر الإِبل وتبذِّر الأموال تطلب بذلك الفخر والسُّمعة ، فأمر الله عز
وجل بالنفقة في وجهها فيما يقرِّب منه ." اهـ من زاد المسير في علم التفسير -
(4 / 158)
"At-Tabdzir (pemborosan) adalah berinfak di dalam
selain ketaatan. Dahulu orang-orang jahiliah senang menyembelih unta dan
memboroskan harta demi mencari kebanggaan dan popularitas. Karenanya Allah
-Azza wa Jalla- memerintahkan berinfakkan sebagaimana adanya dalam perkara yang
mendekatkan diri kepada Allah". [Lihat Zaadul
Masiir (4/158) karya Ibnul Jawziy]
Sebagian orang yang bermain petasan hanya ingin melampiaskan
kesenangan, berbangga-bangga, dan mencari perhatian atau popularitas dengan
meledakkan berbagai macam warna-warna petasan.
Andaikan mereka kumpulkan harta yang mereka belanjakan
tersebut demi berinfak dan bersedekah di masjid-masjid atau fakir miskin,
niscaya kaum muslimin akan banyak terbantu dalam berbagai urusannya.
Dengan harta tersebut akan terbangun masjid-masjid,
pesantren, dan berbagai fasilitas umum yang membawa banyak manfaat.
Tapi demikianlah setan selalu menggoda manusia agar kikir di
jalan kebaikan. Padahal di dalamnya banyak keutamaan dan ampunan dari Allah.
Sebaiknya, setan justru mendorong manusia agar berlaku boros
di jalan yang tiada guna. Sedang boros itu maksiat yang mendatangkan murka
Allah.
Allah -Azza wa Jalla- berfirman,
الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ
وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا
وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ [البقرة : 268]
"Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan
kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan
untukmu ampunan dari-Nya dan keutamaan. dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi
Maha Mengatahui". (QS. Al-Baqoroh : 268)
Maknanya, setan menakut-nakuti kalian dengan kefakiran
agar kalian tidak berinfak di jalan kebaikan. Sebaliknya ia akan memerintahkan
kalian untuk bermaksiat dan berinfak di jalan maksiat. [Lihat Fathul
Qodir (1/392) karya Al-Imam Asy-Syaukaniy]
Alangkah benarnya firman Allah ini. Kita telah menyaksikan
kaum muslimin bila membeli petasan yang melahirkan maksiat, maka mereka akan
membelanjakan hartanya tanpa pikir.
Jika diajak berinfak dan bersedekah untuk masjid,
fakir-miskin, anak yatim dan lainnya, maka mereka amat kikir dan berpikir
seribu kali dalam berinfak. Bahkan banyak diantara mereka enggan berinfak di
jalan kebaikan.
2. Suara Petasan Melahirkan Kecemasan
dan Rasa Takut serta Gangguan bagi Manusia
Perkara buruk yang dilahirkan oleh mercon, ia membuat orang
yang mendengarnya, orang yang lewat dan beribadah menjadi cemas.
Mereka membuat orang cemas, sebab sebagian petasan itu
menyebabkan kebakaran, rusaknya atap, rusaknya barang-barang lain.
Di sebagian tempat, ada seorang anak iseng yang pernah
membuang petasan ke arah pengendara motor sehingga orang itu hampir jatuh dari
kendaraannya karena kaget.
Akhirnya, orang itu turun dari motornya seraya memukul anak
itu. Bahkan bukan suatu hal yang mustahil, bila disana sudah banyak korban lalu
lintas akibat suara petasan, atau adanya orang-orang yang semakin akut
penyakitnya akibat mendengar suara petasan yang mengerikan!!
Padahal di dalam Islam, Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam-
melarang kita mengagetkan seorang muslim.
Abdur Rahman bin Abi Laila berkata, "Sebagian
sahabat Muhammad -Shollallahu 'alaihi wasallam- menceritakan kami bahwa mereka
pernah melakukan perjalanan bersama Nabi -Shollallahu 'alaihi wasallam- . Lalu
tidurlah seorang laki-laki diantara mereka. Sebagian orang mendatangi tali yang
ada pada laki-laki itu seraya mengambil tali itu. Nah, laki-laki itu pun kaget.
Karenanya, Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda,
لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا
"Tidak halal bagi seorang muslim untuk membuat takut
seorang muslim". [HR. Abu Dawud (5004). Di-shohih-kan oleh Al-Albaniy
dalam Ghoyah Al-Maram (447)]
Sahabat ini hanya mengagetkan dan membuat temannya jadi
cemas dengan mengambil talinya. Itu saja dilarang oleh Nabi -Shallallahu alaihi
wa sallam-.
Nah, bagaimana kira-kira pandangan kalian dengan para pemain
petasan yang mengagetkan dan membuat cemas banyak orang!!
3. Mengajarkan Kebiasaan Hidup yang
Arogansi dan Kasar
Kebiasaan hidup arogansi (angkuh) dan kasar terlihat jelas
pada diri orang yang bermain petasan.
Jika dinasihati, ia tak mendengar, malah terus dalam
meledakkan merconnya. Jika dilarang, maka semakin menjadi-jadi dan melawan.
Sering kali kita melihat anak yang bermain mercon alias
petasan melemparkan petasannya ke arah teman atau orang lain. Ini adalah sikap
kasar!!
Tak jarang kita melihat para peledak mercon yang
melemparkan petasannya ke atas rumah dan bangunan orang sehingga mengganggu
orang lain, atau bahkan merusak barang orang atau menyakiti badan mereka.
Itu semua adalah kekasaran. Sikap kasar seperti ini amat
dibenci oleh Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-!!!
Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ الْجَوَّاظُ وَلاَ
الْجَعْظَرِيُّ
"Tak akan masuk surga orang yang kasar dan
menyombongkan diri". [HR. Abu Dawud (4803). Di-shohih-kan Al-Albaniy
dalam Shohih Al-Jami' (7669)]
Disebutkan dalam sebuah buku yang berjudul "Gun
Powder"(hal. 42) karya Brenda J. Buchanan, bahwa bubuk mesiu yang konon
kabarnya ditemukan oleh para ahli kimia Cina pada abad ke-9, sedianya digunakan
sebagai peledak dalam dunia perang, kini digunakan sebagai permainan dalam
dunia damai!!
Tak heran bila para pengguna mercon yang mengandung mesiu
itu juga berlagak kasar seperti para serdadu kejam!!!Tak pandang bulu dan waktu
dalam menggunakan mercon!!!!
4. Mengganggu Ibadah dan Ketenangan
Masyarakat.
Cukuplah menjadi sebuah alasan tentang haramnya bermain mercon
alias petasan atau kembang api, ia mengganggu aktifitas, ibadah dan ketenangan
orang lain.
Coba kita berpikir, orang yang membaca Al-Qur'an saja dengan
suara keras sehingga mengganggu orang sholat di sampingnya, itu saja dilarang.
Nah, bagaimana pandangan anda kira-kira dengan orang yang
bermain petasan mengganggu khusyuknya orang yang sholat tarwih atau sholat
lain. Tentunya lebih layak penggunaan mercon dilarang!!
Seorang sahabat bernama Al-Bayadhiy -radhiyallahu
anhu- berkata,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ خَرَجَ عَلَى النَّاسِ وَهُمْ يُصَلُّونَ وَقَدْ عَلَتْ أَصْوَاتُهُمْ
بِالْقِرَاءَةِ فَقَالَ إِنَّ الْمُصَلِّي يُنَاجِي رَبَّهُ عَزَّ وَجَلَّ
فَلْيَنْظُرْ مَا يُنَاجِيهِ وَلَا يَجْهَرْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ بِالْقُرْآنِ
"Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- pernah
keluar menemui manusia, sedang mereka melaksanakan sholat, dan sungguh suara
mereka tinggi dalam membaca Al-Qur'an. Lantaran itu, beliau bersabda,
"Sesungguhnya orang yang sholat sedang ber-munajat (berbisik) dengan
Robb-nya -Azza wa Jalla-. Karenanya, perhatikanlah sesuatu yang ia munajatkan,
dan janganlah sebagian orang diantara kalian mengeraskan
suaranya atas yang lain dalam bacaannya". [HR. Ahmad
dalam Al-Musnad(4/344/no. 19022). Hadits ini di-shohih-kan oleh Al-Albaniy
dalam Takhrij Al-Misykah (no. 856)]
Inilah beberapa sisi yang menjelaskan keharaman bermain
petasan dan kembang api. Walaupun disana masih ada sisi lain yang belum kami
sebutkan karena sempitnya waktu.
Tapi yang sedikit ini sudah mewakili yang lain. Semoga
menjadi pelajaran dan nasihat bagi kita semua: orang tua dan anak.
Semoga Allah -Tabaroka wa Ta'ala- memberikan taufiq bagi
seluruh kaum muslimin untuk senantiasa kembali kepada tuntunan Al-Qur'an dan
Sunnah dalam semua aspek kehidupan mereka, amiin.
https://abufaizah75.blogspot.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar