Kamis, 22 Juni 2017

WAHAI SAUDARAKU SUDAHKAN ANDA BERTAUBAT DARI KESALAHANMU

NASEHAT

بسم الله الرحمن الرحيم


Dan wajib bagi setiap orang untuk bertaubat dari segala kesalahannya, Allah Ta'ala berfirman:

(( وتوبوا إلى الله جميعا أيها المؤمنون لعلكهم تفلحون )).

"Dan hendaklah kalian bertaubat
-wahai orang-orang beriman- maka dengan itu
kalian akan beruntung".

Dan hukum asal suatu perintah adalah wajib dikerjakan, maka dari ayat diatas menunjukkan wajibnya untuk bertaubat karena merupakan perintah

Juga Allah berfirman:

( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا 

"Wahai orang-orang yang beriman bertaubatlah dari dosa kalian dengan sebenar-benarnya taubat"

Begitu pula Rasulullah shollahu alaihi wasallama memerintahkan untuk bertaubat kepada Allah, sebagaimana hadits Aghor bin Yasar bahwa Rasulullah shollahu alaihi wasallam bersabda:

يا أيها الناس توبوا إلى الله واستغفروه فإني أتوب في اليوم مئة مرة

"Wahai sekalian manusia bertaubatlah kalian pada Allah dan meminta ampunlah padaNya karena sesungguhnya saya bertaubat tiap harinya seratus kali" diriwayatkan Imam Muslim (2702)

Dan para ulama sepakat akan wajibnya bertaubat dari segala kesalahan

Adapun syarat-syarat diterimanya Taubat adalah sebagai berikut:

(1) mengikhlaskan amalan (taubat) tersebut dimana dia mengharapkan pahala dan ampunan dari Allah, bukan tujuan lain seperti hanya ingin diketahui orang, bahwa dia sudah menjadi orang baik, tanpa meniatkan pahala dari Allah, Rasulullah bersabda dalam hadits Umar:

إنما الأعمال بالنيات

"Sesungguhnya diberikan pahala/dosa suatu amalan tergantung dari niatnya" diriwayatkan Bukhori dan Muslim

(2) Meninggalkan kemaksitan tersebut

(3) Menyesali atas apa yang telah dilakukan dari perbuatan dosa

(4) Bertekad untuk tidak mengulangi lagi kemaksitan tersebut

(5) Taubat tersebut dilakukan sebelum ruh/nyawa sampai dikerongkongan, 
Rasulullah shollahu alaihi wasallama bersabda dalam hadits Ibnu Umar:

 إن الله يقبل توبة العبد ما لم يغرغر 

"Bahwa Allah akan menerima taubatnya seorang hamba sebelum nyawa atau ruhnya sampai dikerongkongan" diriwayatkan Imam Tirmizi dan merupakan hadits shohih.

(6) Sebelum terbitnya matahari ditempat terbenamnya, Rasulullah shollahu alaihi wasallama bersabda dalam hadits abu hurairoh:

 من تاب قبل أن تطلع الشمس من مغربها تاب الله عليه 

"Barang siapa bertaubat sebelum terbitnya matahari ditempat terbenamnya maka Allah akan menerima taubatnya" diriwayatkan Imam Muslim Hal diatas merupakan syarat taubat yang berhubungan antara seorang hamba dengan Allah taala, misalnya dia tidak shalat, lalu Allah berikan taufik padanya lalu dia bertaubat dan menunaikan shalat pada waktunya secara berjamaah dimasjid, maka ini merupakan hak Allah

Adapun kalau dosa yang berkaitan dengan sesama makhluk, misalnya: seseorang mengambil hartanya orang lain tanpa sepengetahuannya, maka disamping syarat diatas, disyaratkan juga untuk mengembalikan barang tersebut pada pemiliknya, kalau yang punya tidak didapatkan lagi, maka disedekahkan dengan niat pahalanya untuk yang punya harta, tapi kalau suatu saat dia kembali maka dia disuruh memilih, dikembalikan barangnya atau merelakannya sebagai sedekah dan pahalanya untuk dia,
Kalau berkaitan dengan kehormatannya maka dia meminta maaf padanya, kalau tidak bisa dia mendoakan kebaikan untuknya

Dan nasehatku pada seluruh kaum muslimin untuk bersegra dalam bertaubat dari seluruh dosa sebelum terlambat, maka dengan itu seseorang akan mendapatkan keberuntungan didunia dan diakhirat, Allah berfirman berfirman:

وتوبوا إلى الله جميعا أيها المؤمنون لعلكم تفلحون
"Maka hendaklah kalian semua bertaubat pada Allah wahai kaum mukminin maka dengan itu kalian akan mendapatkan keberuntungan"

Wahai saudara-saudariku sudahkah anda bertaubat dari perbuatan syirik (menyekutukan Allah dengan makhuknya), misalnya meminta kesembuhan dari penghuni kuburan atau para wali,atau minta agar dimudahkan jodoh? Yang mana Allah katakan terhadap orang yang meninggal diatas kesyirikan:

إنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاه
ُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ )

"Sesungguhnya barang siapa menyekutukan Allah maka sungguh Allah telah haramkan atasnya surga dan tempat kambalinya adalah neraka dan tidak ada penolong bagi mereka"

Juga berfirman:

إن الله لا يغفر أن يشرك ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni orang mempersekutukanNya dan mengampuni dosa yang dibawah kesyirikan bagi siapa saja yang Dia kehendaki"

Sudahkan anda bertaubat dari mempelajari ilmu sihir, yang mana para ulama menyebutkan bahwa tidaklah seseorang menjadi tukang sihir kecuali kalau dia kafir, Allah berfirman: 

وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَٰكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْر

"Nabi Sulaiman tidaklah kafir karena tidak mengajarkan sihir akan tetapi para syaitanlah yang kafir saat mengajarkan pada manusia ilmu sihir "

Sudahkah anda bertaubat dari mendatangi tukang sihir dan bertanya padanya, yang mana Rasulullah shollahu alaihi wasallama bersabda dalam hadits beberapa istri Nabi shollahu alaihi wasallama: bahwa Nabi shollahu alaihi wasallama bersabda:

من أتى عرافا فسأله عن شيء لم تقبل منه الصلاة أربعين يوما

"Barang siapa mendatangi dukun (tukang sihir) dan dia bertanya padanya sesuatu maka tidak akan mendapatkan pahala shalatnya selama empat puluh hari" diriwayatkan Imam Muslim

Maka lihat -wahai saudara dan saudariku-hanya mendatanginya dan bertanya padanya sesuatu, orang bertanya tersebut tidak mendapatkan pahala shalatnya selama empat hari, lalu bagaimana kala dia mempecayai apa yang dikatakan sidukun tersebut, Nabi shollahu alaihi wasallama bersabda:

 من أتى عرافا فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد 

"Barang siapa mendatangi tukang sihir dan semacamnya maka sungguh dia telah kafir terhadap apa yang Allah turunkan pada Nabi shollahu alaihi wasallama" diriwayatkan Abu Dawud dari sahabat Abu Hurairoh

Sebagai faedah:

Boleh seseorang mendatangi tukang sihir kalau tujuannya untuk mencoba dan menjelaskan kebohongannya

Sudahkan kita bertaubat dari muamalah riba yang mana dia akan dibangkitkan pada hari kiamat seperti orang gila, Allah berfirman: 

( الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ

"Dan orang yang memakan riba akan dibangkitkan dalam keadaan seperti orang gila (karena dimasuki jin)"

Dan perut mereka (pemakan riba) akan membesar saat mereka dibangkitkan, karena siksaan mereka setelah meninggal dilemparkan batu dimulutnya dan dia menelan batu tersebut, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits yang shohih

Sudahkan kita bertaubat dari zina dan yang mengantarkan kezina yersebut seperti pacaran, Allah berfirman:

( وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ ) الإسراء (32)

"Janganlah kalian mendatangi zina dan yang mengantarkan ke zina (seperti pacaran)"

Sudahkan kita bertaubat dari perbuatan yang bisa mengeluarkan seseorang dari islam yaitu meninggalkan shalat, yang mana Nabi shollahu `alaihi wasallama bersabda:

إن بين الرجل وبين الكفر والشرك ترك الصلاة

"Pemisah antara seseorang dengan kekafiran dan kesyirikan adalah meninggalkan shalat (kalau dia tinggalkan shalat maka dia telah jatuh didalam kekafiran)"
diriwayatkan Imam Muslim dari sahabat Jabir

Maka sudahkah kita bertaubat dari dosa-dosa kita....
Ataukah kita menunggu seperti orang-orang yang Allah sifatkan saat mereka memasuki neraka dengan firmannya:

(( حتى إذا جاء أحدهم الموت قال رب ارجعون لعلي أعمل صالحا فيما تركت كلا إنها كلمة هو قائلها من وراءهم برزخ إلى يوم يبعثون )).

"Dan tatkala telah datang kematian pada salah seorang diantara mereka maka dia berkata wahai robbku kembalikanlah aku di dunia sehingga saya dapat berbuat kebaikan demi menebus apa yang telah lalu, lalu dikatakan padanya: sekali-kali tidak... sesungguhnya itu hanyalah sekedar perkataan (maksudnya kalau dia dikembalikan ke dunia maka tidak akan berbuat kebaikan) dan dibelakang mereka ada pembatas sampai hari kebangkitan".

Ataukah kita menunggu kalau sudah dewasa atau sudah tua,
tahukah umur kita hanya sebentar?

Dan jika kematian datang maka tidak bisa diundurkan, Allah berfirman:

(( فإذا ج
اء أجلهم لا يستأخرون ساعة ولا يستقدمون ))

"Dan jika datang ajal mereka maka tidak bisa diakhirkan walau sesaat dan tidak bisa pula dimajukan".

Maka masihkah kita menunda-nunda taubat???

Coba renungkanlah kisah berikut, yang disebutkan dalam kitab Lahazhot qoblalmaut:

أصيب شاب بحادث فجاءه رجل وهو يعاني من شدة الموت وذكره بالشهادة فأجابه:أنا في سقر ...أنا في سقر.....ومات عليها
"Seorang pemuda mengalami kecelakaan lalu datang padanya seseorang dalam keadaan pemuda tersebut mengalami sakit yang sangat keras karena dekatnya waktu kematiannya maka ditalqinkan padanya dua kalimat syahadah, tapi pemuda tersebut malahan berkata:
Saya berada dalam neraka .... saya berada dalam neraka .... dan meninggal dalam keadaan seperti itu" lalu ditanyakan maka kelurganya tentang keadaannya waktu dia hidup, mereka mengatakan:
DIA TIDAK SHALAT
(lihat kitab lahazhot qoblalmaut, hal. 297-298)

Maka pergunakan malam-malam akhir dari ramadan dengan banyak ibadah misalnya minta ampun, banyak bertaubat, banyak berdoa (walaupun dalam indonesia atau bahasa daerah kalau tidak bisa dalam bahasa arab), minta keselamatan dunia dan akhirat, bersedekah, dan amalan baik lainnya

Maka wahai saudaraku, wahai bapak dan ibu, wahai pemuda dan pemudi!!! belum tiba saatnyakah untuk kita bertaubat dan mau mempelajari agama dengan mempelajari al-quran dan sunnah sesuai pemahaman orang terbaik dari umat ini yaitu para sahabat dan yang mengikuti jejak mereka dengan baik

Dan sebagai penutup,saya katakan bahwa:

Bukan berarti saat kami mengajak manusia untuk berpegang teguh pada agama islam, kerja mereka harus tinggalkan, jabatan mereka harus ditinggalkan, tidak sama sekali .... akan tetapi yang diinginkan adalah seseorang berpegang teguh pada agama islam dimanapun dia berada, dikantornya, diperusahaan, ditempat belajar .... dan lain-lain.

والله أعلم

Yaman
Ma`bar

Abu Bakar bin Ladukani
Al-Buthoniy

http://t.me/akhwatahlussunnah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar