Adakah Zakat Fitrah bagi Orang yang Meninggal di Bulan Romadhon?
oleh :
Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc.
- hafizhahullah -
Zakat Fitri terambil dari kata al-fithr (الفطر),
dan lebih dikenal di Indonesia dengan “Zakat Fitrah”, walaupun penamaan ini
keliru, dan yang benar adalah “Zakat Fitri”.
Zakat Fitri adalah zakat dan sedekah yang wajib
dikeluarkan oleh setiap muslim yang mendapati Romadhon, dan zakat ini wajib
dikeluarkan saat berakhirnya Romadhon yang ditandai dengan tenggelamnya
matahari pada malam Ied.
Jika seorang muslim yang mukallaf meninggal saat malam
lebaran dan keluarnya Romadhan dengan tenggelamnya matahari saat itu, maka ia
tidak wajib membayar ZAKAT FITRI.
Sebaliknya, jika ada seorang bayi yang lahir di malam
lebaran, setelah tenggelamnya matahari yang mengakhiri bulan Romadhon, maka
juga tidak ada kewajiban zakat fitri bagi bayi ini. Sebab, bayi ini
teranggap tidak mendapati Romadhon.
Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin –rahimahullah-
menerangkan kepada kita dua perkara ini,
ولو مات الإنسان قبل غروب الشمس ليلة العيد لم
تجب فطرته أيضاً؛ لأنه مات قبل وجوب سبب الوجوب." اهــ من مجموع فتاوى
ورسائل العثيمين (18/ 257)
“Andaikan ada seseorang yang meninggal sebelum matahari
tenggelam pada malam Ied (malam lebaran), maka tidak wajib baginya zakat fitri.
Karena, ia meninggal sebelum munculnya sebab kewajiban (untuk membayar zakat
fitri).” [LihatMajmu’ Fatawa wa Rosa’il Al-Utsaimin (18/257)]
Syaikh Al-Utsaimin –rahimahullah- juga jelaskan,
فلو ولد للإنسان ولد بعد مغيب الشمس ليلة العيد
لم تلزمه فطرته وإنما تستحب
“Andaikan dilahirkan seorang anak bagi seseorang, setelah
tenggelamnya matahari pada malam ied (lebaran), maka tidak terharuskan baginya
(mengeluarkan) zakat fitri; hanya dianjurkan.” [Lihat Majmu’ Fatawa
wa Rosa’il Al-Utsaimin(18/257)]
Demikian hukum zakat fitri bagi mereka yang meninggal di
Bulan Romadhon, dan bayi yang lahir setelah selesainya Romadhon.
https://abufaizah75.blogspot.co.id/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar