KAIFIAH
SHOLAT TOBAT
oleh :
Al-Ustadz
Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc. -hafizhahullah-
Sholat tobat sama seperti
dengan sunnah lainnya dalam hal tata cara. Hanya saja sholat tobat dikerjakan
oleh seorang hamba saat ia pernah melakukan dosa besar, lalu ia menyesal
dan mau bertobat atas dosanya, maka ia disyariatkan melakukan dua rakaat sholat
sunnah yang disebut dengan"Sholat Tobat".
Ini didasari oleh sebuah hadits
dari Abu Bakr Ash-Shiddiq -radhiyallahu anhu-, ia berkata, "Aku pernah
mendengar Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ
ذَنْبًا ، ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ ، ثُمَّ يُصَلِّي ، ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ
اللَّهَ ، إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ
"Tak ada seorang pun yang
melakukan dosa, lalu ia bangkit dan bersuci (wudhu'), lalu ia sholat. Kemudian
ia memohon ampunan kepada Allah, kecuali orang itu diampuni dosanya oleh
Allah". [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (no.1521), At-Tirmidziy
dalam Sunan-nya (no.3006), dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (no.1395).
Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Takhrij Al-Misykah (no.
1324)]
Al-Allamah Ubaidullah bin
Muhammad Al-Mubarokfuriy -rahimahullah- berkata,
والمراد بالاستغفار التوبة
بالندامة والإقلاع والعزم على أن لا يعود إليه أبداً. وأن يتدارك الحقوق إن كانت هناك
"Yang dimaksud
dengan istighfar (permohonan ampunan) adalah bertobat yang diiringi
dengan penyesalan, meninggalkan dosa dan berkeinginan kuat untuk tidak kembali
kepadanya selama-lamanya serta ia mengembalikan hak-hak orang lain jika memang
ada (yang perlu dikembalikan)". [Lihat Mir'ah Al-Mafatih (4/726)]
Hadits ini semakna dengan
firman Allah -Azza wa Jalla-,
وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا
فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا
لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى
مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ (135) أُولَئِكَ جَزَاؤُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ
رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا
وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ [آل عمران/135، 136]
"Dan (juga) orang-orang
yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzhalimi diri sendiri, mereka
ingat akan Allah, lalu ber-istghfar (memohon ampunan) terhadap dosa-dosa mereka
dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka
tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka Mengetahui. Mereka itu
balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir
sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala
orang-orang yang beramal". (QS. Ali Imraan : 135-136)
Saat ber-istighfar (memohon
ampunan) atas dosa-dosanya, maka boleh baginya membaca "Sayyidul
Istigfar". Tapi boleh juga dengan bentuk istighfar lain.
Adapun lafazh sayyidul
Istighfar, maka ia diriwayatkan oleh Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (no. 6306)
sebagai berikut:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا
إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ
وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ
بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا
يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
"Ya Allah, Engkaulah
Tuhan-ku. Engkau telah menciptakan aku. Akulah hamba-Mu dan aku berdasarkan
janjiku kepada-Mu selama aku mampu. Aku berlindung kepada dari keburukan
sesuatu yang telah aku kerjakan. Aku akui kepada-Mu nikmat-Mu atasku dan akui
dosaku kepadamu. Karena itu, ampunilah dosaku. Sesungguhnya tak ada yang
mengampuni dos, kecuali Engkau".
Di akhir hadits ini, Nabi -Shallallahu
alaihi wa sallam- bersabda dalam menjelaskan keutamaan "Sayyidul
Istighfar"ini,
وَمَنْ قَالَهَا مِنَ
النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِيَ فَهُوَ
مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوقِنٌ بِهَا
فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ
فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ
"Barangsiapa yang
mengucapkannya pada waktu siang dalam keadaan meyakininya, lalu ia mati pada
hari itu, sebelum ia berada di waktu sore, maka ia termasuk penduduk surga.
Barangsiapa yang mengucapkannya pada waktu malam dalam keadaan meyakininya,
lalu ia mati pada hari itu, sebelum ia berada di waktu pagi, maka ia termasuk
penduduk surga".
Inilah kaifiah Sholat
Tobat berdasarkan sunnah Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam-.
Adapun tatacara lain yang tak
ada tuntunannya dalam hadits, maka itu bid'ah. Wallahu a'lam.
PERINGATAN :
Sholat tobat tidak dikerjakan
setiap hari. Ia hanya dikerjakan saat kita pernah melakukan dosa besar. Adapun
dosa kecil, cukup kita hapus dengan tobat, dan amal-amal sholih.
https://abufaizah75.blogspot.co.id/
https://abufaizah75.blogspot.co.id/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar