Senin, 19 Juni 2017

Beberapa faidah yang tercatat dalam Ta'lim

بسم الله الرحمن الرحيم

Beberapa faidah yang tercatat dalam Ta'lim
( sambil Menunggu Waktu Buka Puasa )
Oleh:
Ust. Dzulqarnain  Muhammad Sunusi - Hafidzahulloh -  
di
Masjid Pondok As Sunnah Makassar


BAB Terangkatnya pengetahuan tentang Lailatul Qadr

ﻓﻌﻦ ﻋﺒﺎﺩﺓ ﺑﻦ ﺍﻟﺼﺎﻣﺖ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺧَﺮَﺝَ ﻳُﺨْﺒِﺮُ ﺑِﻠَﻴْﻠَﺔِ ﺍﻟْﻘَﺪْﺭِ ، ﻓَﺘَﻼﺣَﻰ ﺭَﺟُﻼﻥِ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴﻦَ ، ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﺇِﻧِّﻲ ﺧَﺮَﺟْﺖُ ﻷُﺧْﺒِﺮَﻛُﻢْ ﺑِﻠَﻴْﻠَﺔِ ﺍﻟْﻘَﺪْﺭِ ، ﻭَﺇِﻧَّﻪُ ﺗَﻼﺣَﻰ ﻓُﻼﻥٌ ﻭَﻓُﻼﻥٌ ﻓَﺮُﻓِﻌَﺖْ ، ﻭَﻋَﺴَﻰ ﺃَﻥْ ﻳَﻜُﻮﻥَ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻟَﻜُﻢْ ، ﺍﻟْﺘَﻤِﺴُﻮﻫَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﺒْﻊِ ﻭَﺍﻟﺘِّﺴْﻊِ ﻭَﺍﻟْﺨَﻤْﺲِ 
‏( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ، ﺭﻗﻢ 49 )


Dari Ubadah bin Shamit radhiallahu ‘anhu sesungguhnya Rasulullah sallalahu ‘alaihi wa sallam keluar untuk memberitahukan Lailatul Qadar, dan ada dua orang dari umat Islam bertengkar. Maka beliau bersabda: “Sesungguhnya saya keluar untuk memberitahukan kepada kamu semua Lailatul Qadar, dan sesungguhnya fulan dan fulan telah bertengkar. Maka diangkat (pengetahuan tentang Lailatul Qadar). Semoga hal itu untuk kebaikan kalian. Maka carilah (Lailatul Qadar) di malam tujuh, sembilan dan lima (terakhir)."
(HR. Bukhari, no. 49)

Beberapa Pelajaran dari hadist ini;

# Menegaskan bahwa Lailatul Qadr itu tidak tentu kapan waktunya turun

# Mengungkapkan pula bahwa Lailatul Qadr berada di Ramadhan dan berada di 10 malam terakhir di malam ganjil dan paling di harapkan di malam ke 27

# Terangkatnya pengetahuan tentang Lailatul Qadr karena terjadi karena perselisihan di tengah manusia

# Hal ini menunjukkan pula bahwa bolehnya menyampaikan berita yang menggembirakan maka kepada orang lain sepanjang berita tersebut tidak meninggalkan kejelekan.

Penyebaraan informasi secara umum memilik bagian dari fiqh dalam agama
Allah Ta'ala berfirman:

ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺟَﺎﺀَﻫُﻢْ ﺃَﻣْﺮٌ ﻣِﻦَ ﺍﻷﻣْﻦِ ﺃَﻭِ ﺍﻟْﺨَﻮْﻑِ ﺃَﺫَﺍﻋُﻮﺍ ﺑِﻪِ ﻭَﻟَﻮْ ﺭَﺩُّﻭﻩُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝِ ﻭَﺇِﻟَﻰ ﺃُﻭﻟِﻲ ﺍﻷﻣْﺮِ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻟَﻌَﻠِﻤَﻪُ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﺴْﺘَﻨْﺒِﻄُﻮﻧَﻪُ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻭَﻟَﻮْﻻ ﻓَﻀْﻞُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺘُﻪُ ﻻﺗَّﺒَﻌْﺘُﻢُ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﺇِﻻ ﻗَﻠِﻴﻼ ‏( ٨٣ )

"Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu)." 
(QS. An-Nisaa : 83)

Kekeliruan besar saat ini adanya kebebasan menyiarkan berita pada media-media umum padahal tidak semua berita harus disebarkan tapi harus melalui  pemerintah terlebih dahulu.

# Berita dari Rasulullah sallalahu ‘alaihi wa sallam ini tentang turunnya Lailatul Qadr hanya pada tahun itu saja bukan berita yang menunjukkan penentuan turunnya Lailatul Qadr tiap tahunnya

# Hadist ini juga menunjukkan bahayanya perselisihan, makanya segala perselisihan hendaknya ditinggalkan

Ciri negeri yang baik ketika hati rakyat terikat dengan pemerintahnya  sehingga rakyat mematuhi pemerintahnya dalam perkara yang tidak  melanggar syariat dan ini  merupakan sebab keberkahan negeri tersebut.

Makanya seseorang yang ingin mendapatkan kebaikan di malam Lailatul Qadr maka bersihkan hati dari segala perselisihan , dari segala penyakit hati.

# Rasulullah bersabda

ﻭَﻋَﺴَﻰ ﺃَﻥْ ﻳَﻜُﻮﻥَ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻟَﻜُﻢْ

(Semoga hal itu untuk kebaikan kalian)

Para ulama berkata, Terangkatnya pengetahuan tentang Lailatul Qadr  memiliki hikmah yang agung diantaranya;

1. Mengubah semangat agar hamba lebih bersungguh-sungguh dalam mencari malam Lailatul Qadr sehingga dengan hal ini dia akan menghidupkan malam terakhir ramadhan di atas ketaatan kepada Allah Ta'ala

2. Menghindarkan seorang hamba dari sifat malas menghidupkan malam malam terakhir ramadhan  dan hanya berdasar pada 1 malam saja

3. Seorang hamba akan menyempurnakan ibadah di malam terakhir bulan ramadhan.

4. Seorang hamba akan mengagungkan seluruh malam ramadhan

BAB beramal di sepuluh malam terakhir bulan ramadhan

ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﺎ ﻗﺎﻟﺖ : ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺇِﺫَﺍ ﺩَﺧَﻞَ ﺍﻟْﻌَﺸْﺮُ ﺷَﺪَّ ﻣِﺌْﺰَﺭَﻩُ ، ﻭَﺃَﺣْﻴَﺎ ﻟَﻴْﻠَﻪُ ، ﻭَﺃَﻳْﻘَﻆَ ﺃَﻫْﻠَﻪُ . ‏( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ، ﺭﻗﻢ 2024 ﻭﻣﺴﻠﻢ، ﺭﻗﻢ 1174 )

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, dia berkata: “Biasanya Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam ketika memasuki sepuluh (malam akhir) mengencangkan kainnya (semangat beribadah), menghidupkan malamnya serta membangunkan keluarganya.”
(HR. Bukhari, no. 2024. Muslim, no. 1174)

Beberapa Pelajaran dari hadist ini;

1. Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam mengencangkan kainnya maksudnya Beliau  menjauhi istrinya atau bermakna kesungguhan dari  Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam untuk beribadah


2. Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam menghidupkan malam artinya menghidupkan malam dengan ketaatan dengan tidak tidur

3. Malam artinya seluruh malam terakhir ramadhan

4. Bentuk ketaatan ketika menghidupkan malam terakhir ramadhan diantaranya itikaf,  sholat malam, membaca Al Qur'an, memperbanyak do'a, banyak bartaubat dan berisigfar, memperbanyak dzikir.

5. Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam juga membangunkan keluarganya, hal ini menunjukkan seseorang memiliki kewajiban kepada keluarganya untuk mengajaknya pula kepada ketaatan kepada Allah Ta'ala.

Yang terpenting bukanlah mencari Lailatul   Qadr tapi yang paling utama adalah bagaimana menghidupkan lailatul qadr dengan amalan dan ketaatan

Wallahu 'alam


Sumber : WAG As-Sunnah Makassar

(Sebagian teks telah diedit sebelum diposting)

☘☘☘

Repost http://t.me/akhwatahlussunnah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar